Tips Bertengkar dengan Pasangan yang Baik - Duvasa - Hubungan dan Gaya Hidup

Tips Bertengkar dengan Pasangan yang Baik

Tips Bertengkar dengan Pasangan - Dalam menjalin sebuah hubungan, memang tidak mungkin untuk tidak memiliki pendapat yang berbeda dengan pasangan kalian.

Perbedaan pendapat tersebut tak jarang membuat kita bertengkar dengan pasangan.

Apabila kita tidak dapat menghadapi masalah tersebut, bisa saja hubungan tersebut akan menjadi renggang atau parahnya kita harus berpisah dengan orang yang kita sayang.

Tapi, Apakah bertengkar itu Wajar? Hanya karena kita bertengkar bahkan sebab masalah yang kecil sekalipun.

Bertengkar dengan Pasangan

Apapun alasannya, dan bagaimana kita menanggapinya, pertengkaran tetap menjadi hal yang tidak baik.

Akan tetapi kita harus memahami Bagaimana Bertengkar dengan Pasangan menggunakan cara yang benar, agar terhindar dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi akibat pertengkaran tersebut.

Kali ini Duvasa.com ingin membagikan  Tips Menghadapi Pertengkaran dengan Pasangan yang benar.

Tapi, sebelum itu Duvasa.com ingin memberi tahu pada kalian semua, apa saja Efek Negatif Bertengkar dengan Pasangan.

A. Dampak Buruk Bertengkar dengan Pasangan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kita harus memahami dengan benar apa saja Bahaya Bertengkar dengan Pasangan, bagi hubungan kita dengan orang yang kita cintai tersebut.

Berikut ini poin-poinnya :

1. Membuat Renggang Hubungan

Masalah yang terus datang dan keributan yang kerap terjadi, pasti akan membuat hubungan kalian menjadi renggang.

Saat terjadi masalah biasanya kalian akan saling diam, atau saling cuek, bahkan saling menjauh.

Tentu ini menjadi salah satu bahaya yang perlu kalian hindari, sebab bisa saja akan ada kemungkinan-kemungkinan buruk yang datang.

Seperti munculnya orang ketiga ditengah-tengah kerenggangan tersebut.

2. Menimbulkan Rasa Bosan

Kerap berselisih paham dengan pasangan tentu akan mengurangi keharmonisan yang ada di hubungan kalian.

Dan apabila hal ini dilanjutkan bisa saja akan memunculkan rasa bosan dalam menjalani hubungan tersebut.

Terlebih lagi, pertengkaran-pertengkaran tersebut akan membuat hubungan kalian renggang.

Tentu saja rasa bosan akan lebih mudah muncul di hati masing-masing.

Yang takutnya, akan menimbulkan rasa ingin mengakhiri hubungan yang sudah ada, atau mencoba mencari pasangan lain, hanya karena ingin menghilangkan rasa bosan.

3. Memperbesar Kemungkinan Perselingkuhan

Seperti yang sudah disebutkan pada Poin No. 1 bahwa pertengkaran akan membuat hubungan kalian menjadi renggang.

Dan pada Poin No. 2 bahwa pertengkaran dapat menimbulkan rasa bosan.

Nah, dalam sebuah hubungan ketika sudah mulai renggang atau muncul rasa bosan. Memiliki potensi besar munculnya orang ketiga.

Biasanya ditengah-tengah kerenggangan tersebut, ada orang yang sudah lama memendam perasaan padamu atau ke padamu mengetahui hal itu.

Akhirnya orang tersebut akan memanfaatkan kerenggangan yang terjadi untuk mendekatimu atau pasanganmu.

Sementara itu, orang yang sedang tidak harmonis dengan pasangannya, biasanya memiliki rasa ingin mencari suasana baru namun tidak benar-benar ingin memulai hubungan baru.

Dengan kata lain mereka ingin mempunyai pasangan sebagai bentuk pelampiasan sesaat akan rasa bosan yang mereka hadapi.

Hal-hal seperti ini memiliki potensi besar untuk terjadinya perselingkuhan.

4. Berpisah dengan Pasangan

Hal yang paling tidak diharapkan oleh banyak orang adalah perpisahan, apalagi jika kita harus berpisah dengan pasangan hanya karena pertengkerang yang seharusnya dapat diselesaikan.

Apabila kita tidak dapat mengontrol emosi dan terus menerus bertengkar, maka perpisahan bisa menjadi hal terburuk yang mungkin saja kita alami.

Meski tidak bisa dianggap hal baik juga, jika masih pacaran lalu berpisah sebab bertengkar, mungkin kita masih bisa menganggap itu wajar.

Namun, bagaimana jika kita sudah menikah? khususnya untuk para pasangan muda yang baru menikah, biasanya akan terjadi banyak selisih paham.

Tentunya kita tidak mau bukan bila harus berpisah dengan suami atau istri kita tersebut?

5. Trauma pada Buah Hati

Anak terkadang menjadi pihak yang sering dikesampingkan saat terjadi pertengkaran antara Suami dan Istri.

Banyak pasangan yang tidak memperhatikan nasib anak mereka, kondisi psikologis mereka, apakah mereka mengalami trauma atau tidak.

Karena menurut Prof. C. Cybele Raver dari NYU Steinhardt mengungkapkan bahwa Anak yang sering melihat kedua orang tuanya bertengkar, akan kesulitan memproses emosi yang membuatnya rentan mengalami depresi atau gangguan kecemasan.

B. Cara Bertengkar dengan Pasangan yang Baik

Meski pertengkaran bukan hal yang baik untuk dilakukan dalam suatu hubungan, tapi seandainya itu terjadi dan perlu untuk terjadi pertengkaran.

Karena bagaimanapun perselisihan terkadang harus ditempuh dalam rangka membahas dan mengehadapi sebuah permasalahan.

Oleh karena itu, berikut ini Duvasa.com bagikan beberapa tips menghadapi pertengkaran dengan cara yang benar :

1. Gunakan Kepala Dingin

Kita tidak mungkin bisa menghilangkan emosi ataupun amarah ketika mendapat suatu masalah.

Tapi kita juga perlu paham bahwa saat kita bertengkar, jangan sekedar terpengaruh oleh emosi sesaat.

Kita harus benar-benar mendinginkan kepala. memahami masalah apa yang kita hadapi dan memahami pula masalah apa yang akan kita bahas dengan pasangan.

Jangan sampai kita hanya terbawa emosi sesaat yang sebenarnya tidak perlu dibahas secara intens, misal pasangan anda salah membeli barang, saah memilih warna atau masalah sepele lainnya.

2. Jangan Mengedepankan Ego

Ketika anda bertengkar dengan pasangan, jangan sampai mengedepankan ego sendiri dan menganggap diri sendiri yang paling benar.

Kita juga perlu menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh pasangan bisa saja hasil dari apa yang kita lakukan kepadanya.

Mungkin saja kita juga punya kesalahan yang akhirnya membuat pasangan kita melakukan kesalahan yang sama.

Banyak diantara pasangan muda khususnya perempuan yang mengeluhkan bahwa kekasihnya banyak dekat dengan wanita lain.

Tapi mereka tidak menyadari bahwa kekasihnya melakukan hal tersebut juga karena si perempuan mempunya banyak teman dekat laki-laki, yang terkadang perhatiannya lebih dari sekedar teman, begitu pula sebaliknya.

3. Ketahui Masalah yang Utama

Yang ketiga, anda harus mengetahui masalah utama dari apa yang membuat kalian berselisih paham, jangan mecampur aduk pertengkaran yang saat itu terjadi dengan masalah lain yang mungkin tidak perlu dibahas.

Karena hal ini akan membuat masalah utama kalian tidak kunjung terselesaikan dan bisa saja membuat pertengkaran terjadi lagi di kemudian hari, atau masih ada rasa curiga atau rasa tidak percaya, serta khawatir pasangan akan melakukan kesalahan yang sama.

Pastikan anda benar-benar paham masalah utama yang saat itu terjadi dan menyelesaikannya sebaik mungkin.

4. Jangan Memendam Masalah

Walau kita berusaha untuk menghindari pertengkaran, tapi setidaknya kita juga ingin menyelesaikan masalah yang ada bukan?

Oleh karena itu, diharapkan bahwa anda tidak memendam masalah yang sudah ada hanya karena tidak ingin bertengkar, atau beralasan untuk menghindari pertengkaran.

Karena masalah yang ada sebaiknya diselesaikan secepat dan sebaik mungkin, agar tidak ada perselisihan di kemudian hari atau menjadi masalah yang lebih besar lagi di lain hari.

5. Membahas Masalah dengan Benar

Seperti yang sudah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, pastikan anda benar-benar membahas masalah tersebut.

Karena membahas masalah merupakan momen yang paling krusial dalam pertengkaran.

Apabila anda tidak dapat menghadapinya denga baik, maka bisa saja pertengkaran tersebut membawa dampak-dampak buruk yang tidak kita inginkan untuk keutuhan hubungan.

Banyak pasangan yang membahas masalah dengan 

6. Jangan Mengungkit Masalah yang Sudah Usai

Agar tidak memicu masalah yang lebih besar atau menjadikan pertengkaran yang ada menjadi lebih runyam.

Usahakan untuk tidak mengungkit masalah-masalah lama yang sudah usai, atau kesahalan pasangan yang tidak ada hubungannya dengan masalah yang terjadi saat itu.

Kebiasaan buruk yang sering terjadi diantara sepasang kekasih atau suami istri, adalah kebiasaan mengungkit-ungkit masalah yang sudah pernah terjadi.

Padahal kelakuan seperti ini berpotensi besar membuat hubungan kalian menjadi semakin tidak harmonis.

Bahkan membuat masalah yang saat ini tidak kunjung selesai, karena teralihkan oleh pembahasan masalah-masalah yang sudah selesai tadi.

7. Instropeksi Kesalahan Diri Sendiri

Tips Bertengkar dengan Pasangan yang Baik selanjutnya adalah, senantiasa Instropeksi Kesalahan diri Sendiri.

Ketika kita menemukan pasangan kita melakukan kesalahan yang membuat kita terluka, atau melukai hubungan kita dengan pasangan.

Jangan cepat-cepat menyalahkan semua kesalahan tersebut kepada pasangan.

Kita juga perlu melakukan instropeksi, apa mungkin kesalahan yang dilakukan oleh "Si Dia", merupakan reaksi dari kekecewaan "Dia" atas kesalahan yang kita lakukan.

Atau ada sikap-sikap kita yang terlalu buruk sehingga "Dia" merasa tidak puas atau nyaman dalam hubungan tersebut.

8. Diskusikan Kenapa kalian Mengalami Hal Itu

Apabila kalian sudah benar-benar paham tentang masalah yang dihadapai, sudah paham tentang kesalahan masing-masing, 

Sekarang saat kalian mulai mendiskusikan penyebab dari pertengkaran tersebut, kenapa kalian bisa mengalami hal itu?

Misal salah satu diantara kalian ada yang berselingkuh, maka diskusikan kenapa kalian melakukan hal itu, apakah ada ketidak puasan dalam hubungan? apakah ada sikap kita yang membuat pasangan kecewa?

Jika masalah yang terjadi merupakan masalah yang masih bisa diselesaikan tanpa harus terjadi perpisahan, maka diskusi seperti ini menjadi upaya yang bagus untuk menyelesaikan pertengkaran tersebut.

Apabila Diskusi dirasa sudah cukup, dan kalian sudah benar-benar memahami masalah yang dihadapi tadi.

Sekarang kalian perlu mendiskusikan bagaimana atau apa yang perlu dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembai, sehingga kalian tidak akan bertengkar lagi.

9. Berbaikan dan Meminta Maaf

Jika kalian sudah memahami kesalahan masing-masing dan menyelesaikan pertengkaran, maka sekarang saat bagi kalian untuk saling berbaikan dan minta maaf.

Hilangkanlah ego masing-masing tentang siapa yang paling benar dan siapa yang paling salah.

Jika kalian ingin hubungan tetap terjaga maka berbaikan dan minta maaf merupakan upaya yang paling penting dalam hal ini.

Tetapi, seandainya kalian akhirnya harus berpisah, usahakan untuk tetap saling memaafkan.

Bagaimanapun, kalian pernah saling menyayangi, mencintai, saling peduli, perhatian dan saling menjaga.

Jangan jadikan akhir hubungan kalan dalam asmara turut menjadi akhir hubungan kalian sebagai manusia, yang saling mengenal.

10. Memberikan Hadiah

Ini bisa menjadi pilihan optional untuk dilakukan, yaitu memberikan hadiah sebagai bentuk permintaan maaf.

Meski sudah saling menerima dan memaafkan, terkadang hubungan masih terasa canggung dan renggang, sebab masih ada rasa marah dan kecewa diantara kalian dengan pasagan.

Untuk menangani hal ini, agar kalian bisa lebih cepat berbaikan dengan pasangan seperti semula.

Tidak ada salahnya untuk membikan hadiah kejutan, seperti barang yang mereka sukai, makanan dan minuman favorit mereka, atau sejenisnya.

Dijamin pasangan akan langsung luluh, dan kalian akan kembali mesra seperti sebelumnya.

Penutup

Itulah kiat-kiat menghadapi pertengkaran dengan pasangan yang baik, sehingga kalian dapat menghindari berbagai kemungkinan buruk yang terjadi setelahnya.

Tentunya selama itu merupakan masalah yang dapat diselesaikan maka hadapi dengan cara yang benar, dan pertahankan hubungan kalian dengan baik.

Terbaru Terlama

Related Posts